Berita

Hino Indonesia Berikan Mobil Belajar untuk Anak-Anak Prasejahtera Bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa Mar 25, 2014

Jakarta – Dari total 2,2 juta anak-anak, sekitar 4 sampai 5 anak-anak putus sekolah per menitnya. Selain itu, menurut BPS, hanya kurang dari 10% keluarga di Indonesia memiliki komputer di rumah mereka dan hanya sejumlah sekolah memberikan pelajaran komputer dengan sertifikasi. Sementara itu, sebagian besar pekerjaan di pasar memerlukan keterampilan komputer dasar.
 
Toshiro Mizutani, Presiden Direktur, PT. Hino Motors Sales Indonesia mengatakan “Sangatlah penting bagi anak muda agar mereka dapat menjadi tenaga kerja siap pakai kelak. Oleh karena itu, sejalan dengan salah satu dari tiga pilar utama CSR Hino Indonesia, yakni pendidikan, kami senang bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa dalam membuat kendaraan yang dirancang khusus untuk kegiatan belajar ilmu komputer”.



Mobil Belajar ini dilengkapi dengan 11 laptop, 1 generator, 1 modem, 1 printer dan AC. Target dari program ini adalah anak-anak berumur 10 hingga 24 tahun. Yayasan Cinta Anak Bangsa yang nantinya akan mengoperasikan Mobil Belajar Hino telah berpengalaman dalam memberikan pendidikan non formal kepada hampir 12.000 anak-anak prasejahtera sejak tahun 2003. Di bawah pengawasan guru bersertifikat, Mobil Belajar ini dapat digunakan sebagai kelas untuk 10 anak. Mereka akan diberikan pelajaran pengenalan komputer, dasar-dasar pengoperasian komputer serta penggunaan Microsoft Office. Sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat, masing-masing anak mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
 
Mobil Belajar Hino akan berkeliling ke area Jabodetabek seperti Tambora, Petamburan, Cengkareng, Tangerang, Rawa Buaya, dll untuk menjangkau mereka yang jauh atau tidak memiliki akses terhadap fasilitas komputer. Sebanyak 300 anak akan mendapatkan edukasi dari program ini tiap tahunnya.
 
“Melalui program ini kami berharap dapat menciptakan peluang bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan komputer mereka yang akan membuka kesempatan kerja bagi mereka, khususnya di era modern dimana teknologi informasi adalah komponen dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Akhirnya, kami berharap bahwa Yayasan Cinta Anak Bangsa dapat menggunakan Mobil Belajar Hino dengan sebaik-baiknya untuk mendukung program mereka,” tambah Mizutani.
 
“Pada tahun 2012, Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia, mengalami peningkatan ke peringkat 121 yang sebelumnya pada tahun 2011 berada di peringkat 124. Semoga dengan adanya kerjasama dengan Hino melalui pemberian kelas komputer dapat membawa remaja dari kaum prasejahtera ini untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak dan membawa dampak yang baik sehingga meningkatkan kesejahteraan mereka di masa mendatang” tutup Founder/CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa, Veronica Colondam. (*)
 
Tentang Yayasan Cinta Anak Bangsa
Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) adalah sebuah organisasi independen non profit di Indonesia yang didirikan pada bulan Agustus 1999 dan menjadi organisasi global pada tahun 2011 melalui YCAB International. YCAB International berkantor pusat di New York dan terdaftar sebagai organisasi non-profit yang memiliki fasilitas pengurangan pajak (tax deduction) melalui section 501(c)(3). Yayasan Cinta Anak Bangsa dan YCAB Internasional dikenal sebagai YCAB Foundation
YCAB bertujuan membentuk kemandirian remaja dengan sebuah pendekatan pembangunan yang komprehensif yang fokus pada bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan melalui tiga pilar: Healthy Lifestyle Promotion(HeLP), House of Learning and Development (HoLD), dan Hands-on Operation for Entrepreneurship (HOpE).  Sejak tahun 1999, YCAB sudah memberikan dampak kepada lebih dari dua juta orang.
YCAB Foundation merupakan bagian dari grup YCAB social enterprise yang meliputi tiga buah unit bisnis dan satu koperasi untuk menjalankan program pemberdayaan ekonomi  di YCAB.
 
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.ycabfoundation.org

Back to top