x

First Production and Export of Hino Component

Pada tanggal 13 September 1985, mesin Hino pertama (HO7C-D4) berhasil diproduksi di Pabrik pertama HIM di Tambun Bekasi. Selanjutnya, 30 unit Hino truk FF172/173LA berhasil diproduksi pada bulan Oktober 1985 dan dipasarkan pada bulan November 1985. Untuk pertama kalinya, truk Hino diproduksi dengan mesin, kabin dan sasis yang dirakit secara lokal oleh tangan orang Indonesia.

First Production and Export of Hino Component

Pada tanggal 13 September 1985, mesin Hino pertama (HO7C-D4) berhasil diproduksi di Pabrik pertama HIM di Tambun Bekasi. Selanjutnya, 30 unit Hino truk FF172/173LA berhasil diproduksi pada bulan Oktober 1985 dan dipasarkan pada bulan November 1985. Untuk pertama kalinya, truk Hino diproduksi dengan mesin, kabin dan sasis yang dirakit secara lokal oleh tangan orang Indonesia.

First Production and Export of Hino Component

Setelah keberhasilan truk FF, HIM mulai memproduksi bus Hino. Pada tanggal 12 September 1986, dilakukan peluncuran perdana Hino bus AK174LA. Bus dengan mesin H07C-D4 yang diletakan di bagian depan kendaraan, selanjutnya menjadi penguasa di kategorinya melalui kehandalan dan kemampuannya yang prima. Usaha penjualan bus membuka kesempatan bagi HIM untuk memasuki usaha export sehingga beberapa komponen Hino diekspor ke Malaysia.

Running on the Long and Winding Road

Keberhasilan dalam memulai operasional pabrik HIM dan terwujudnya industrialisasi kendaraan Hino di Indonesia berdampak pada pertumbuhan populasi truk Hino di Indonesia. Sepanjang tahun 1990, tercatat diproduksi truk dan bus Hino sebanyak 5225 unit. Pencapaian produksi dan penjualan di tahun itu, ternyata menjadi sangat fenomenal bagi Hino Indonesia sendiri. Dengan berjalannya waktu, pengembangan kendaraan Hino terus berlanjut mengikuti kebutuhan pasar.

Running on the Long and Winding Road

Pada bulan Oktober 1995, pabrik HIM direlokasi dari Tambun ke Pulogadung.

Running on the Long and Winding Road

Pada tahun 1997, Divisi Suku Cadang dan Servis Hino yang terletak di Sunter, pindah ke Jatake, Tangerang. Pada bulan Juni 1997, HIM membeli 12 hektar tanah di Kota Bukit Indah, Purwakarta untuk menjadi lokasi pabrik Hino Indonesia milik sendiri. Namun, pembangunan terhenti karena krisis moneter yang melanda Indonesia.

Running on the Long and Winding Road

Setelah berakhirnya krisis moneter, Hino Indonesia memulai kembali produksi. Setelah bertahun tahun menunggu lama, akhirnya diinformasikan bahwa Hino Motors Ltd dan Toyota Motor Corporation sepakat melakukan kerjasama untuk menghasilkan dan memasarkan truk ringan Dyna dan Dutro secara bersamaan. Kelahiran Dutro dapat dianggap sebagai hadiah yang manis untuk HIM pada ulang tahunnya yang ke-20 pada akhir tahun 2002.

Building on Own Home

Pada bulan April 2003, HIM direstrukturisasi menjadi perusahaan dua pilar yang terdiri dari PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), pemegang agen Hino Indonesia dan produsen kendaraan hino dan PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) , sebagai Dealer Utama kendaraan Hino dengan tanggung jawab penjualan dan menyediakan layanan purna jual kepada pelanggan di seluruh Indonesia. HMSI didirikan dengan total modal US$ 8 juta dengan komposisi pemegang saham Hino Motors Ltd (Japan) 40% saham), PT. Indomobil Sukses Internasional, Tbk (40% saham) dan Sumitomo Corporation (20% saham). Kantor pusat HMSI terletak di Wisma ndomobil I, Jl. MT. Haryono.

Building on Own Home

Senin tanggal 8 September 2003 adalah hari bersejarah bagi Hino di Indonesia. Yaitu hari dimana rumah milik Hino di Indonesia telah resmi dibuka oleh Menteri Perdagangan dan Industri, Ibu Rini M.S Soewandi. Mimpi untuk memiliki pabrik sendiri akhirnya terwujud. Dengan berdirinya pabrik Hino di Indonesia kekuatan Hino menjadi tidak terkalahkan dari sebelumnya di kelas truk medium duty dengan dukungan pelanggan yang memerlukan trasportasi truk yang kuat, dapat diandalkan dan tangguh. Hino dicintai oleh masyarakat Indonesia.
2010